Review Wolfenstein : The New Order




Review
Wolfenstein: The New Order
Nama Wolfenstein telah lama menjadi judul seri video game yang selalu mengusung tema Perang Dunia II antara tentara Sekutu melawan Nazi. Namun dalam melanjutkan jalannya franchise Wolfenstein tersebut, kali ini tim developer MachineGames rupanya ingin menyajikan sesuatu yang baru lewat Wolfenstein: The New Order.





Walaupun menggunakan setting dan latar belakang yang mirip serta masih mempertahankan inti dari gameplay para pendahulunya, Wolfenstein: The New Order ternyata berhasil menyajikan berbagai elemen game dan fitur-fitur yang terasa fresh dan fun.
Classic Action-packed, Fun-filled FPS
The New Order tidak menyajikan gameplay yang berbeda dari kebanyakan game FPS lain. Kamu akan beraksi menggunakan berbagai macam senjata api konvensional, dan juga senjata-senjata futuristik milik tentara Nazi. Satu tambahan yang menarik adalah: hampir semua senjata dapat digunakan secara dual-wield, atau dua senjata sekaligus, yang jelas terlihat sangat keren. Combat di sini juga menjadi lebih dinamis dan bervariasi berkat adanya sistem stealth. Mengendap-endap di sepanjang map dan membunuh musuh secara diam-diam menggunakan pistol dengan peredam suara atau pisau, baik dari jarak dekat ataupun dengan melemparnya, terasa cukup memuaskan. Tapi sangat disayangkan bahwa ketika pemain bermain menggunakan pendekatan stealth, AI musuh terkesan tidak konsisten. Pasalnya, musuh terkadang tidak bereaksi saat rekan mereka terbunuh di dekatnya.

The New Order juga menyajikan elemen RPG lewat adanya sistem skill progression yang memiliki empat cabang skills. Uniknya, pemain mendapat atau meng-unlock skills tersebut bukan dengan poin yang didapat dari naiknya level karakter, seperti pada game RPG pada umumnya. Kamu dapat meng-unlock skills dengan menyelesaikan beragam objektif, atau bisa dibilang sebagai mini-quests, seperti membunuh musuh dengan headshots, dari balik tempat berlindung, maupun dengan menggunakan granat khusus. Lebih menariknya lagi, beberapa dari skills itu harus di-unlock dalam urutan tertentu sehingga menjadi tantangan yang memberikan kepuasan tersendiri saat akhirnya kita berhasil mendapat skills tersebut.
Dilihat dari visualnya, The New Order adalah game yang patut diacungi jempol. Game ini tampil dalam visual yang mantap dan cukup tajam, meski terkadang masih ada tekstur pop-in yang mengganggu. Bahkan sesekali kamu juga akan menemukan pemandangan-pemandangan indah yang cukup memukau, sesuatu untuk sejenak melupakan nuansa keseluruhan game yang suram. Lebih hebatnya lagi, melalui visualnya The New Order juga menampilkan detail-detail kecil seperti gesture seseorang saat berbicara atau ekspresi karakter yang meyakinkan, yang membuat dunianya lebih menarik dan bahkan lebih realistis, terutama dalam setiap cutscene.
Sebagai game FPS yang menekankan aksi baku tembak yang brutal, Wolfenstein: The New Order menyajikan kombinasi dari alur cerita dan karakter yang patut diacungi dua jempol. Walaupun dipenuhi teknologi dan berbagai hal fiksi yang sangat tidak realistis, The New Order berhasil mengemas cerita dan mempresentasikan karakter-karakternya dengan baik sehingga dunia di mana Nazi mendominasi ini terasa hidup, nyata, dan masuk akal. Hal ini juga didukung oleh niat tim developer yang berani memperlihatkan kebrutalan Nazi yang kabarnya sesuai dengan catatan sejarah.


Final Verdict
Secara keseluruhan, Wolfenstein: The New Order adalah game yang memuaskan. Dengan gameplay khas FPS yang tipikal, The New Order ternyata berhasil meningkatkan pengalaman bermain yang biasa kita rasakan lewat berbagai fitur dan mekanisme permainan yang walaupun tidak benar-benar unik, tapi disajikan sedemikian rupa sehingga menjadi menarik. Dan harus diakui bahwa dengan setting Perang Dunia II dan latar belakang perang melawan Nazi yang mungkin sudah sangat familier bagi para penggemar serinya, The New Order berhasil memberikan sesuatu yang baru dan fresh.
Publisher: Bethesda Softworks
Developer: MachineGames
Genre: First-Person Shooter
Release: Mei 2014
Platform: PC, PS3, PS4, X360, XONE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar